Jl. Sultan Agung No.8B, Sumber, Cirebon.

Perbedaan izin edar dan sertifikasi halal

Perbedaan Izin Edar dan Sertifikasi Halal: Panduan Penting agar Produk Lebih Siap Dipasarkan

Bagi pelaku usaha, terutama yang memproduksi makanan, minuman, kosmetik, obat, maupun produk konsumsi lainnya, memahami legalitas produk merupakan hal yang sangat penting. Ketika bisnis mulai berkembang dan produk ingin dipasarkan lebih luas, biasanya muncul pertanyaan mengenai izin edar dan sertifikasi halal.

Tidak sedikit pelaku usaha yang menganggap keduanya merupakan dokumen yang sama. Padahal, izin edar dan sertifikasi halal memiliki tujuan, fungsi, serta aspek pemeriksaan yang berbeda.

Izin edar berkaitan dengan pemenuhan persyaratan agar produk dapat diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan kategori produknya. Sementara itu, sertifikasi halal berkaitan dengan pemenuhan ketentuan kehalalan suatu produk.

Memahami perbedaan izin edar dan sertifikasi halal sejak awal dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan legalitas secara lebih tepat dan menghindari kesalahan dalam menentukan dokumen yang dibutuhkan.

Apa Itu Izin Edar?

Izin edar merupakan bentuk legalitas yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan suatu produk agar dapat diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk produk pangan, misalnya, terdapat beberapa skema legalitas yang dapat berlaku tergantung pada jenis produk, proses produksi, skala usaha, karakteristik produk, serta ketentuan sektoral yang berlaku. IZINaja.id juga menyediakan layanan pengurusan izin BPOM, halal, PIRT, dan ISO untuk membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan legalitas produknya.

Produk pangan olahan tertentu dapat memerlukan izin edar dari BPOM, sedangkan produk tertentu yang memenuhi kriteria dapat menggunakan skema PIRT sesuai ketentuan yang berlaku. https://www.pom.go.id/

Dalam proses pengajuan izin edar, berbagai aspek produk dapat menjadi perhatian, seperti bahan yang digunakan, proses produksi, fasilitas produksi, keamanan dan mutu produk, label, kemasan, serta persyaratan teknis lainnya.

Dengan demikian, izin edar pada dasarnya berkaitan dengan pertanyaan:

“Apakah produk ini memenuhi persyaratan untuk diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku?”

Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak langsung menentukan jenis izin edar hanya berdasarkan nama atau jenis produknya. Identifikasi produk perlu dilakukan terlebih dahulu agar perizinan yang dipilih sesuai.

Apa Itu Sertifikasi Halal?

Sementara itu, sertifikasi halal berkaitan dengan status kehalalan suatu produk.

Sertifikasi halal bertujuan memberikan pengakuan bahwa produk telah memenuhi ketentuan halal berdasarkan proses dan mekanisme yang berlaku.

Dalam proses sertifikasi halal, bahan yang digunakan menjadi salah satu aspek penting. Selain bahan, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, fasilitas, serta aspek lain yang berkaitan dengan proses produk halal juga dapat diperiksa sesuai ketentuan.

Sertifikasi halal menjadi informasi penting bagi konsumen Muslim karena memberikan kepastian mengenai status halal suatu produk.

Dengan demikian, sertifikasi halal pada dasarnya menjawab pertanyaan:

“Apakah produk ini memenuhi ketentuan halal?”

Jadi, fokus sertifikasi halal berbeda dengan izin edar.

Perbedaan Izin Edar dan Sertifikasi Halal

Untuk lebih mudah memahaminya, berikut beberapa perbedaan izin edar dan sertifikasi halal yang perlu diketahui pelaku usaha.

1. Perbedaan dari Tujuan

Izin edar berkaitan dengan pemenuhan persyaratan produk agar dapat diedarkan sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan sertifikasi halal bertujuan memberikan pengakuan terhadap pemenuhan ketentuan halal pada produk.

Artinya, keduanya memiliki tujuan yang berbeda meskipun sama-sama berhubungan dengan legalitas produk.

2. Perbedaan dari Aspek yang Diperiksa

Pada izin edar, pemeriksaan dapat mencakup aspek keamanan, mutu, proses produksi, fasilitas, label, kemasan, serta persyaratan teknis lain sesuai kategori produk.

Pada sertifikasi halal, perhatian utamanya berkaitan dengan bahan dan proses yang menentukan status kehalalan produk.

Oleh sebab itu, memiliki salah satu dokumen tidak otomatis berarti seluruh aspek pada dokumen lainnya telah terpenuhi.

3. Perbedaan dari Fungsi

Izin edar berfungsi sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan untuk peredaran produk sesuai ketentuan sektoral.

Sementara sertifikasi halal berfungsi memberikan pengakuan bahwa produk telah memenuhi ketentuan halal.

Keduanya dapat menjadi bagian dari persiapan legalitas produk ketika usaha ingin berkembang.

4. Perbedaan dari Jenis Produk

Tidak semua produk memiliki persyaratan izin edar yang sama.

Produk makanan dan minuman, kosmetik, obat, alat kesehatan, serta kategori produk lainnya dapat memiliki ketentuan dan regulator yang berbeda.

Karena itu, pelaku usaha perlu mengidentifikasi produk terlebih dahulu sebelum menentukan jenis perizinan yang dibutuhkan.

Apakah Izin Edar Sama dengan Sertifikasi Halal?

Jawabannya adalah tidak.

Izin edar dan sertifikasi halal merupakan dua hal yang berbeda.

Contohnya, sebuah produk makanan dapat memenuhi persyaratan izin edar sesuai kategori produknya. Namun, hal tersebut tidak otomatis berarti produk tersebut telah memiliki sertifikat halal.

Sebaliknya, sertifikasi halal juga tidak otomatis menggantikan seluruh kewajiban perizinan yang berkaitan dengan peredaran produk.

Dengan kata lain:

Izin edar bukan sertifikat halal.

Sertifikat halal bukan pengganti izin edar.

Kebutuhan terhadap masing-masing legalitas perlu dilihat berdasarkan jenis produk dan ketentuan yang berlaku.

Contoh Sederhana pada Produk Makanan

Sebagai contoh, seorang pelaku usaha memproduksi keripik pisang dalam kemasan.

Produk tersebut akan dijual melalui marketplace, toko, reseller, dan distributor.

Dari sisi peredaran, pelaku usaha perlu mengetahui legalitas produk yang sesuai berdasarkan karakteristik dan proses produksinya. Jenis legalitas yang diperlukan dapat berbeda tergantung kategori serta skala produksinya.

Dari sisi halal, pelaku usaha juga perlu memastikan bahan dan proses produksinya memenuhi ketentuan halal serta mengikuti mekanisme sertifikasi halal yang berlaku.

Artinya, satu produk dapat memiliki kebutuhan legalitas yang berbeda untuk tujuan yang berbeda.

Hal ini menunjukkan mengapa pelaku usaha perlu memahami perbedaan izin edar dan sertifikasi halal sebelum memasarkan produknya secara lebih luas.

Mengapa Legalitas Produk Penting untuk Bisnis?

Legalitas produk bukan hanya berkaitan dengan dokumen administratif. Ketika bisnis berkembang, kelengkapan dokumen dapat menjadi bagian dari kesiapan usaha dalam menghadapi kebutuhan pasar.

Misalnya ketika produk mulai ditawarkan kepada distributor, toko modern, marketplace tertentu, reseller, atau mitra bisnis lainnya.

Calon mitra dapat meminta dokumen tertentu sebagai bagian dari proses kerja sama. Konsumen juga semakin memperhatikan informasi yang tercantum pada kemasan, termasuk legalitas dan sertifikasi yang relevan.

Dengan mempersiapkan legalitas sejak awal, pelaku usaha dapat mengetahui dokumen apa saja yang diperlukan sebelum bisnis berkembang lebih jauh.

Selain itu, proses pengurusan legalitas dapat menjadi lebih terarah karena pelaku usaha sudah memahami kategori produknya dan persyaratan yang perlu dipenuhi.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengurus Legalitas Produk

Sebelum mengurus izin edar atau sertifikasi halal, ada beberapa informasi yang sebaiknya dipersiapkan.

Di antaranya:

Data tersebut dapat membantu proses identifikasi kebutuhan legalitas.

Jangan sampai pelaku usaha mengajukan suatu perizinan tanpa memahami terlebih dahulu apakah jenis produk dan proses produksinya sudah sesuai dengan persyaratan.

Kesimpulan

Memahami perbedaan izin edar dan sertifikasi halal sangat penting bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan produk secara lebih luas.

Izin edar berkaitan dengan pemenuhan persyaratan untuk peredaran produk sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, sertifikasi halal berkaitan dengan pemenuhan ketentuan kehalalan produk.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan tidak saling menggantikan.

Karena kebutuhan legalitas setiap produk dapat berbeda, pelaku usaha sebaiknya melakukan identifikasi terlebih dahulu berdasarkan jenis produk, bahan, proses produksi, lokasi, skala usaha, serta jalur pemasaran.

Dengan mengetahui legalitas yang diperlukan sejak awal, proses pengembangan bisnis dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

Masih bingung apakah produk Anda membutuhkan izin edar, sertifikasi halal, atau legalitas lainnya?

IZINaja.id dapat membantu Anda memahami kebutuhan legalitas usaha dan produk sesuai kondisi bisnis Anda.

IZINaja.id — Solusi Legalitas Usaha Anda.

Konsultasikan kebutuhan legalitas produk Anda sebelum memasarkannya secara lebih luas.